Berikut Kiat Dinas Ketahanan Pangan Cegah Stunting di Parigi Moutong

0
8
Berikut Kiat Dinas Ketahanan Pangan Cegah Stunting di Parigi Moutong Illustrasi pencegahan stunting.
Bersama perangi stunting

Parigi moutong, gemasulawesi.com– Dalam mendukung program stunting di Parigi Moutong, Dinas Ketahanan Pangan melakukan berbagai program intevensi pencegahan.

“Program bantuan itu berupa pemberian makanan tambahan, baik itu yang mengandung protein,” ungkap Kepala bidang (Kabid) Ketersediaan dan Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong, Selasa 17 Maret 2020.

Program makanan tambahan protein itu kata dia, ditujukan kepada tiga sasaran. Yaitu dimulai dari ibu hamil. Bahkan, satu minggu sejak masa awal kehamilan, sudah harus diberikan susu ibu hamil dan makanan tambahan lainnya.

Selanjutnya, sasaran kedua yaitu bayi 0-2 tahun atau Baduta. Pemberian makanan tambahan termasuk susu dan protein lainnya.

Kemudian, sasaran ketiga yaitu pasangan usia subur. Bentuk bantuannya berupa ternak itik untuk dijadikan sumber protein.

“Diharapkan bantuan itu dapat meningkatkan kesejahteraan pasangan usia subur. Dan kontribusi penekanan angka stunting melalui kandungan protein pada itik,” tuturnya.

Ia melanjutkan, dari ternak itik itu hasil peternakannya bisa dijual kembali untuk kepentingan tambahan asupan gizi ibu hamil.

Pihaknya kata dia, masih dalam proses untuk identifikasi penerima bantuan pasangan usia subur. Itupun masih beberapa kecamatan saja yang menerima. Nantinya, setelah jelas penerima bantuannya, lalu ditentukan bentuk intervensinya.

Lokus kecamatan intervensinya, berada di Desa Olobaru Kecamatan Parigi Selatan, di Desa Matolele Kecamatan Parigi Tengah. Kemudian, di wilayah utara Kecamatan Tinombo Selatan hingga Kecamatan Moutong.

“Agenda selanjutnya, pihaknya tetap melakukan Calon Penerima Calon Lapangan (CPCL) hingga ke Kecamatan Moutong. Karena di wilayah itu terdapat 18 desa yang menjadi lokus stunting,” terangnya.

Pihaknya lanjut dia, masih merencanakan jenis makanan tambahan apa saja yang akan diberikan. Dijadwalkan dalam waktu dekat, konsultasi dengan Dinkes Parigi Moutong.

Tujuan konsultasi dengan Dinkes adalah untuk mendapatkan kepastian jenis dan angka kecukupan gizi dari makanan tambahan yang akan disuplai.

Contohnya, pemberian susu kepada Baduta, Balita ataupun pasangan subur. Susu yang direkomendasikan semestinya yang memiliki gizi cukup dan bukan hanya susu yang memiliki kandungan glukosa yang tinggi.

“Kami dukung pemberian makanan tambahan kepada desa lokus stunting. Sementara, diketahui jumlahnya sebanyak 47 desa di Parigi Moutong,” tutupnya.

Baca juga: Sambut HPS, DPUPRP Parigi Moutong Bangun Kandang Ternak

Laporan: Muhammad Rafii

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here